Showing posts with label laporan. Show all posts
Showing posts with label laporan. Show all posts

Pidato Ketua Lakpesdam dalam seminar nasional PNPM

Dalam kesempatan ini kami patut bersyukur kepada Allah swt. yang telah memberikan nikmat kesehatan; sehat jasmani, rohani dan sehat sosial, sehingga kita bisa hadir dalam majlis ini, sebagai wujud peduli kita pada ikhtiar untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, ketrampilan, dalam mewujudkan cita-cita membangun ummat yang KUAT DAN UNGGUL, khususnya bagi mereka yang ; miskin , tidak mampu dan tertinggal, dalam segala aspek pembangunan selama ini.
Salah satu ikhtiar pemerintah Indonesia dalam mengurangi masalah kemiskinan di negeri ini yaitu melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM- Peduli). Dimana pemerintah RI telah mempercayakan kepada organisasi masyarakat sipil diantaranya Ormas NU yang dalam hal ini diwakili oleh PP Lakpesdam NU
Program PNPM Peduli Lakpesdam NU dalam fase pertama bertujuan yaitu : 1). Memperkuat kapasitas Cabang lembaga penerima bantuan dalam bekerjasama dan memberdayakan masyarakat miskin, tidak mampu dan tertinggal. 2) Meningkatkan kapasitas dan kualitas hidup masarakat miskin, tidak mampu dan tertinggal sebagai penerima manfaat program.
Ada 30 Cabang Lembaga dilingkungan NU yang menerima bantuan program PNPM Peduli Lakpesdam NU yaitu; 20 Cabang Lakpesdam NU, 9 Cabang LPPNU dan 1 Cabang LPNU, tersebar di 11 propinsi (Sumatera Selatan, Lampung, Banten , Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan dan Maluku)
Adapun kelompok miskin, tidak mampu dan tertinggal sebagai penerima manfaat program PNPM Peduli Lakpesdam NU terdiri dari: Buruh; tani (sawah, ladang, garam, perkebunan), nelayan (tanpa kapal), Korban Bencana Alam , Korban Konflik social, Perempuan janda miskin, istri tukang becak, istri tukang delman, perempuan miskin pesisir, Pedagang Kaki lima, pedagang keliling kampong, Pemulung, Pembuat kain tenun tradisional, Orang muda / kaum muda putus sekolah dan miskin, Masyarakat Adat.
Jumlah keseluruhan penerima manfaat program sampai dengan saat ini mencapai sebanyak 2010 orang ( 1201 orang perempuan dan 809 orang laki-laki) dari rencana 2.233 orang. Penerima manfaat tersebut telah mengorganisir diri dalam kelompok , kesemuanya mencapai 67 kelompok sesuai dengan jenis usaha mereka masing-masing , sebagaimana yang sudah direncanakan.
Bapak/Ibu Hadirin yang saya hormati
Pelaksanaan program PNPM Peduli Lakpesdam NU ditingkat cabang atau Desemebrangan secara effektif berlangsung selama 7 Bulan yaitu sejak bulan Januari 2011 s/d Juni ini. Meskipun demikian ternyata progres pelaksanaan program secara umum sangat menggembirakan. Program PNPM Peduli Lakpesdam NU ditingkat lapangan juga telah disambut sangat antusias oleh stakeholder , yang demikian antara lain karena program ini bisa menjadi trobosan bagi penerima manfaat program untuk memecahkan kebuntuhan mereka selama ini dalam bergulat dengan kemiskinan, ketidak mampuan dan ketertinggalannya.
Dimulai dari mengenali diri siapa sebenernya yang dikatagorikan sebagai orang meskin, mengapa menjadi meskin, kekayaan non material dan potensi apa yang dimiliki untuk bisa merubah kemsikinan itu, lalu mereka sadar untuk bangkit bersama-sama dan mengorganisir diri untuk memerangi kemiskinannya. Proses –proses membangun jati diri untuk mencapai hal-hal tersebut itulah yang dilakukan pertamakali oleh para tim pelaksana program ditingkat cabang, sebelum mereka jauh bicara dan mengenali peluang-peluang usaha yang diharapkan dapat menjadi jalan penguatan ekonomi mereka . Untuk itu di bangunlah sebuah “ pusat belajaran masyarakat, atau griya belajar masyarakat, yang dalam bahasa program kita sebut “ LEARNING CENTER “ ada 30 Learning center sebagaimana yang direncanakan dan sudah berfungsi dengan baik. Diharapkan kedepan fungsinya akan semakin ditingkatkan sebagai media sharing, pencerahan berbagai aspek kehidupan , proses pembelajaran , dan mampu menghasilkan Knowledge Management (pengalaman ormas NU bekerjasama dengan pemerintah dalam mengurangi kemiskinan, dst.).
Para penerima manfaat yang sudah mendapatkan peningkatan pengetahuan , ketrampilan , dukungan perlengkapan untuk pengembangan usaha mereka, telah menikmati peningkatan hasil usaha (pendapatan) mereka sesuai dengan jenis usaha masing-masing .(usaha bakso ikan, kerupuk ikan, krepik singkong, kue kering, pupuk organic, pertanian organic, jamur, laundry, assesoris dari kain perca, tenun kain tradisional, dll). Para penerima manfaat program melalui kelompoknya masing-masing juga sudah mulai menghimpun modal usaha bersama walaupun masih dalam jumlah yang terbatas.
Rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh Cabang-2 Pelaksana program ini , seperti pertemuan atau workshop sinergi dengan para pihak, pelatihan menejemen usaha , pengelelolaan keuangan, yang dihadiri oleh pemerintah setempat dan program khusus penguatan program di 5 cabang Lakpesdam, yang dihadiri oleh Ketua Umum , Wakil ketua Umum , Sekjen dan Ketua PBNU , juga perwakilan lembaga, lajnah, banom serta oleh Pemerintah daerah Setempat dan beberapa perusahaan, telah berhasil membuka jaringan dan relasi yang kuat dengan pihak-pihak terkait di pemerintahan setempat maupun beberapa BUMN dan pengusaha untuk memberikan dukungan nyata terhadap program PNPM Peduli Lakpesdam NU (Mataram, Indramayu, Cilacap, Palembang, Pontianak, Gunung Kidul, Sumenep, Cimahi dll)
Jaringan dan relasi yang kuat dengan pihak pemerintah setempat itu memberikan dampak lain bagi penerima manfaat program diantaranya ialah di Cilacap dan Makasar yaitu bagi mereka yang tidak memperoleh pelayanan kesehatan melalui Jamkesmas dan tidak memiliki akte kelahiran dapat diusahakan .
Hal lain yang menarik dari Program PNPM Peduli Lakpesdam ditingkat peneriman manfaat ialah mampu mempersatukan perpecahan warga desa yang selama bertahun-tahun mengalami konflik antar warga dan sekarang sudah menyatu dalam kelompok usaha bersama PNPM Peduli Lakpesdam, ini terjadi di lokasi program di Kabupaten Sumenep
Pada aspek Kelembagaan ditingkat Cabang Lakpesdam, LPPNU dan LPNU, sudah berbenah diri dalam menjalankan roda organisasi secara sungguh-sungguh. Pemahaman dan praktek tentang pengelolaan program dan keuangan PNPM Peduli Lakpesdam NU berangsur-anggsur mulai banyak perubahan positif, walaupun dengan usaha dan dorongan yang terus menurus harus dilakukan oleh tim program di PP lakpesdam (no report and no request _____no money).
Kader-kader NU muda yang terlibat dalam program ini tentu memperoleh pengetahuan dan ketrampilan baru sebagai pelaksana program yang memiliki tanggung jawab penuh atas keberhasil program sebagaimana yang mereka sudah usulkan kepada PP lakpesdam. Ada 60 kader muda sebagai Community Organizer yang bekerja langsung di tingkat desa penerima manfaat program diharapkan bisa menjadi penggerak perubahan ditingkat masyarakat desa untuk mewujudkan kesejahteraan mereka.
Bapak/Ibu Yang saya Hormati.
Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada PBNU, Kementerian Kordinator Kesejahteraan Rakyat, Word Bank (PSF) yang telah bekerjasama dan memberikan dukungan, bimbingan kepada PP lakpesdam sebagai EO PNPM Pedulu, sehingga kerja-kerja sebagai EO dapat berjalan dengan lancar dan baik. Kami menyadari disana sini masih banyak hal yang masih perlu disempurnakan dan dioptimalkan. Pengalaman di tahun pertama pelaksnaan program PNPM Peduli Lakpesdam NU ini menjadi pelajaran dan modal untuk pelaksanaan program tahun berikutnya, sehingga ditahun ke dua akan semakin lebih baik.
Terimakasih kepada tim program di cabang LakpesdamNU, LPPNU dan LPNU yang telah bekerja keras untukkeberhasilan program PNPM Peduli sebagaimana yang direncanakan
Selanjutnya kami memohon kesediaan Bapak KH.Prof.Doktor Said Agil Siroth, Ketum PBNU untuk membuka secara resmi dan memberikan key note speak.
Kepada Bapak KH.Dr. As’at Said Ali , Wakil ketua umum PBNU dan Bapak Wijanarko, Ibu Felicity dan Ibu Nina serta Bapa Ibnu Taufan yang berkenan sebagai pembahas dalam seminar ini kami sampaikan banyak terima kasih.
Terimakasih kepada teman-teman tim program PNPM Peduli di PP lakpesdam yang telah menyiapkan semuanya untuk seminar ini
Seminar ini merupakan salah satu perwujudan dari rasa sukur atas semua yang sudah kita lakukan dan hasil yang bisa dicapai, fase pertama pelaksanaan PNPM Peduli Lakpesdam NU segra berahir dan kita akan segera pula memasuki tahap persiapan untuk memasuki fase ke dua.
Akhir kata, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya bila ada hal yang kurang berkenan atas penyelenggaraan seminar ini
Jakarta, 21 Juni 2012
Ketua PP Lakpesdam PBNU
Yahya Ma'shum

Laporan

Lokasi    : Kelompok dampingan KERAMAT
Rumah : Bpk. Muchlisin
Alamat    : Rt 02/06 Bulung Jekuo Kudus
Tanggal : 15/11/2012
Jam    : 07.00  pm

Kegiatan pendampingan kelompok Keramat pada tanggal 15 November 2012 dimulai tepat pukul 19.00. sebagai pembawa acara Bapak Hanafi sekaligus membuka acara pada jam 19.05 dengan bacaan Al-Fatihah. Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Tahlil oleh Bapak Fajar Nugroho pukul 19.06. Pada  pukul 19.13, kegiatan diskusi Pendampingan Kelompok dimulai dengan Pak Jam’aji sebagai moderatornya.
Diskusi dimulai dengan pemaparan hasil dari kelompok Keramat sebagai berikut:
Kelompok Keramat Bulung Jekulo Kudus merupakan kelompok budidaya ikan lele di PNPM Peduli. Kelompok ini memiliki ketua, bapak Kandar. Kelompok ini memulai kegiatan dengan 8 kolam terdiri dari Pak Paring, Pak Muhlisin, Pak Kusnan, Pak Sidiq, Pak Farih, Pak Margono, Pak Adip dan Pak Margono.

Pak paring yang awalnya sudah memiliki 1 kolam lalu di tambah 1 kolam bantuan dari PNPM bisa bertambah lagi menjadi 3 kolam dengan bantuan 2.000 bibit ikan lele. Selama 2 bulan 2 minggu, pak paring bisa menghasilkan 283 kilogram lele dari 3 kolam tersebut dengan penjualan Rp 12.500/kg setara dengan Rp. 3.537.500 dengan memanfaatkan ikan sepat, ampas tahu dan usus sebagai makanan utama lele. Harga 12.500 merupakan harga yang lumayan tinggi, biasanya harga lele berkisaran 10 rb sampai 13 rb.

Pak muhlisin memiliki 1 kolam dengan ukuran kolam 2,5 x 4. Pada periode pertama pak muhlisin di bantu 2.000 bibit ikan lele dan selama sekitar 2 bulan bisa memanen lele sebanyak 100 kg dengan harga jual Rp. 12.000. Jadi pengahasilan kotor Pak Muhlisin mencapai Rp. 1.200.000. Ikan lele Pak Muhlisin pernah mati 25 ekor sewaktu pergantian air.
Pak Kusnan juga memiliki satu kolam dengan ukuran 2.5 X 4 m. Pak Kusnan memelihara lebih lama dari yang lain yakni 3 bulan dan menghasilkan 135 kg. Harga jual ikan lele Pak Kusnan  12 rb/kg, jadi pendapatan kotor Pak Kusnan mencapai Rp. 1.620.000.
Pak Sidiq memiliki 1 kolam dengan ukuran 2,5 x 4. Pak Sidiq dibantu 2.000 bibit ikan lele dan selama sekitar 2 bulan bisa memanen lele sebanyak 100 kg dengan harga jual Rp. 12.000. Jadi pengahasilan kotor Pak Sidiq mencapai Rp. 1.200.000.
Pak Farih tidak melanjutkan pembibitan lele
Pak Margono baru membuat satu kolam dan dikasih 2.000 bibit
Pak Adip dan Pak Saifur tidak bisa datang karena ada halangan. Namun Kata Pak Kandar, Pak Saifur telah memiliki 3 kolam yang asalnya cuma satu.
Proses Pembibitan
Dalam kelompok Keramat biasa ketemu setiap hari (jagong) tidak formal dan pernah ada khas 3 ratus ribu tapi habis untuk biaya operasional.
Kendala
Pakan belum bisa mencukupi. Meskipun Maret- Agustus itu makanan banyak karena banyak ikan sepat dan harganya murah, tapi secara keseluruhan pakan masih menjadi kendala. Kalau tidak ada ikan sepat maka beli ikan laut asal jangan sampai harga 20.000/kg.
administrasi belum bisa tertata rapi, karena belum ada petugas dan format baku.
Harapan
Bisa membuat pakan lele sendiri karena 80 % perikanan tergantung pada makanan . Untuk itu butuh
Membangun sentra pakan dan Butuh pendampingan lebih
Saran
Di adakan pertemuan di buat rutin. 1 bulan/sekali
Administrasi harus jelas  seperti transparansi dana, buku tamu, dan  notulansi
Biodata anggota harus ada
Kegiatan ini berakhir pada 20.23